GENERAL INFORMATION

Europe on Screen (EoS) is the longest-running international film festival in Indonesia. Held the first time in 1990 under the name of “European Film Festival”, followed by the second edition in 1999, since 2003 the festival became an annual event under the current name of Europe on Screen.

The festival primarily screens the high quality film from European Union (EU) countries, and other participating European countries with representatives in Indonesia. The program comprises of film screenings, and other film-related events such as workshops, discussions, competitions, exhibitions, open air screenings, and many others. Most of the screenings and events are held in cultural centres, with supports from educational institutions, alternative cinemas and other types of venues.

Jakarta is the anchor city of the festival, with 90% of the screenings and events are held in the city. The rest of the program is held in various cities across the country, such as Bandung, Medan, Denpasar, Surabaya and Yogyakarta. Other cities such as Makassar, Banda Aceh, Banjarmasin and many others have also participated in hosting the festival in the past.

On average, the festival screens 80-90 films and film programs in a year, with around 200 screening times within 10 days of festival. Average number of audience is around 20,000 spectators.
The festival also maintains active presence in social media, with official accounts in Twitter and Instagram @europeonscreen and Facebook of Europe on Screen.

Currently the festival is directed by Meninaputri Wismurti and Nauval Yazid.

 

Europe on Screen (EoS) adalah festival film internasional terlama yang masih aktif diadakan sampai sekarang di Indonesia. Diadakan pertama kali di tahun 1990 dengan nama “Festival Film Eropa”, lalu diadakan lagi di tahun 1999, sejak 2003 acara ini menjadi acara tahunan dengan nama yang digunakan sekarang, yaitu Europe on Screen.

EoS memutar film-film terpilih dari negara-negara Uni Eropa, dan negara-negara Eropa lainnya yang mempunyai perwakilan di Indonesia. Festival ini tak hanya mengadakan pemutaran film, tetapi juga kegiatan-kegiatan lain seperti lokakarya, diskusi, kompetisi, pameran, layar tancap, dan banyak lainnya. Sebagian besar pemutaran film dan kegiatan-kegiatan ini diadakan di pusat-pusat kebudayaan, dengan dukungan tambahan tempat dari institusi pendidikan, bioskop alternatif, dan jenis-jenis tempat lainnya.

Jakarta menjadi kota utama penyelenggaraan EoS, karena sebanyak 90% dari seluruh pemutaran dan kegiatan diadakan di kota ini. Sisanya diadakan di beberapa kota lain di Indonesia, seperti Bandung, Medan, Denpasar, Surabaya dan Yogyakarta. Beberapa kota lain seperti Makassar, Banda Aceh, Banjarmasin dan beberapa kota lainnya juga pernah menjadi kota penyelenggara EoS di tahun-tahun sebelumnya.

Rata-rata setiap tahunnya EoS memutar 80-90 film dan program film, dengan sekitar 200 jadwal pemutaran dan kegiatan selama 10 hari penyelenggaraan festival. Jumlah penonton berkisar antara 20.000 sampai 25.000 setiap tahunnya.
EoS juga memiliki akun resmi aktif di media sosial, yaitu Twitter dan Instagram dengan nama akun @europeonscreen dan di Facebook dengan nama Europe on Screen.

Saat ini EoS diselenggarakan di bawah arahan Meninaputri Wismurti dan Nauval Yazid.

Festival Committee