


News
EoS 2026 Short Film Pitching Project Jury Members
Get to know the Jury Members behind our Short Film Pitching Project — the people who will witness, evaluate, and celebrate promising short film ideas from talented creators

Ifan Ismail
Ifan Ismail cares for good and resonating stories. If there’s anything in him that doesn’t change with time—it even intensifies—is that conviction for moving hearts and minds with stories. Known for feature films with wide-ranging themes and tones such as Habibie & Ainun (2012), Harlot’s Prayer (2024), and Borderless Fog (2024), he was also moonlighting as a film programmer in Kineforum DKJ from 2017-2023. Now he’s also a Senior Development Producer in Skriptura, the creative division of Visinema.
Ifan Ismail selalu ingin membuat kisah yang baik dan beresonansi. Jika ada yang tidak berubah oleh waktu—bahkan menguat—itu adalah hasratnya untuk menggerakkan hati dan pikiran melalui cerita. Dikenal lewat film-film panjang dengan tema dan tone yang beragam seperti Habibie & Ainun (2012), Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (2024), dan Kabut Berduri (2024), ia juga pernah menjalani peran sebagai film programmer di Kineforum DKJ pada 2017–2023. Kini ia menjabat sebagai Senior Development Producer di Skriptura, divisi kreatif Visinema.

Asmara Abigail
Asmara Abigail is an actress and a multidisciplinary artist known for her transformative performances on the international stage, including at Locarno, Sundance, and Toronto. After graduating cum laude with a Master’s degree in Italy, she made her acting debut in Setan Jawa (2016) and rose to prominence in the box-office hit Satan’s Slaves (2017). Her performance in Stone Turtle earned positive reviews at Locarno. Aside from being a Berlinale Talents alumni, she also served as a jury member for the Concorso Cineasti del Presente section at the 78th Locarno Film Festival in 2025.
Asmara Abigail adalah aktris dan seniman multidisiplin yang dikenal melalui performa transformatif di kancah internasional, seperti Locarno, Sundance, dan Toronto. Setelah meraih gelar Master cum laude di Italia, main film pertama kalinya lewat Setan Jawa (2016) dan populer melalui Pengabdi Setan (2017). Perannya dalam Stone Turtle mendapat sambutan positif di Locarno. Selain menjadi alumni Berlinale Talents, dia juga pernah menjadi juri kategori Concorso Cineasti del Presente di Festival Film Locarno ke-78 pada tahun 2025.

Marlina Machfud
Marlina Machfud, is a cultural specialist in film at the Directorate of Film, Music, and Media (part-time), Ministry of Culture. She has a diverse background, from traditional dancer to preschool teacher. Marlina’s journey has laid a strong foundation for her current role in government. As one of the founders of 1+1 Film, Marlina creates short films and social media content, providing opportunities for young filmmakers.
Marlina Machfud, spesialis budaya film di Direktorat Film, Musik, dan Media (Purnawaktu), Kementerian Kebudayaan. Ia memiliki latar belakang variatif, dari penari tradisional hingga guru prasekolah. Perjalanannya menghasilkan pondasi kuat bagi perannya saat ini dalam pemerintahan. Sebagai salah satu pendiri 1+1 Film, Marlina menciptakan film pendek dan konten media sosial, serta memberi peluang pada generasi muda di bidang perfilman.



